Minggu, 30 Oktober 2022

EFEKTIVITAS PEMILIHAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) SAAT COVID 19 MEWABAH

 

EFEKTIVITAS  PEMILIHAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) SAAT COVID 19 MEWABAH

(sebuah catatan pengalaman seorang guru)

Penulis: Dede Kuswanda, S.Pd.,M.Si.

             Guru SMK Negeri 6 Garut

Email: dewawanda0@gmail.com

 

            Sebuah elegi datang tepat bulan keempat tahun 2020, tragedi dunia yang tak pernah ada dalam bayangan hingga menghempaskan semua segi-segi peradaban manusia yang tercatat dalam sejarah di muka bumi ini. Tak terkecuali elemen dasar yang menjadi parameter maju tidaknya sebuah negara ditentukan oleh elemen ini yaitu pendidikan. Parameter pendidikan ini dapat mengukur sejauhmana tingkat kualitas sebuah negara. Dengan adanya ukuran tersebut pendidikan menjadi sector penting selain kesehatan dan ekonomi.

Dalam situasi normal pendidikan mendapat porsi yang menjadi prioritas utama untuk menjadi program wajib suatu negara yang harus ditata lebih baik. Peradaban yang semakin maju apalagi saat revolusi industry 4,0 menjadi kental terasa dengan bertransformasi di setiap lini kehidupan manusia di muka bumi ini. Pola pikir manusia yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi menjadi tantangan global yang harus diikuti.

Paradigma pragmatis mempengaruhi proses pendidikan yang diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan belajar mengajar baik formal, informal maupun nonformal. Dalam kondisi normal proses pembelajaran ditekankan hampir 99% diwajibkan untuk tatap muka di sekolah dengan berbagai strategi yang didukung dengan sarana prasarana teknologi kekinian. Internet, android menjadi alat yang sangat mendukung dalam proses pembelajaran tersebut baik guru maupun siswa harus memiliki kecakapan teknologi.

Proses pembelajaran dalam kondisi normal teknologi menjadi unsur yang sangat penting dimiliki dan dikuasai, apalagi saat pandemi covid 19 mengubah kebiasaan manusia di tengah kompetisi global antarnegara untuk menguasai tatanan hidup dunia ini.

Sangat pentingnya pendidikan yang diejawantahkan dalam proses kegiatan belajar mengajar tetap tidak bias ditawar lagi meski masa wabah terus menebar ancaman setiap nafas warga  di setiap penjuru dunia termasuk Indonesia sebuah negara berkembang yang mendapat imbas berat terhadap berbagai sector vital termasuk dunia pendidikan.

Strategi belajar mengajar pun beralih dari proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Tuntutan proses belajar mengajar melalui daring merupakan pengalaman baru yang dialami oleh sebagian besar guru maupun siswa dan program daring inilah menjadi pilihan yang tepat di masa wabah covid 19 masih menebar ancaman bila himbauan social distance dan fisical distance dilanggar oleh stackholder pendidikan.

Berbagai pengalaman pun saat proses belajar mengajar lewat daring penulis lakukan agar proses belajar mengajar bisa dilaksanakan meskipun dalam target kurikulum yang tidak maksimal.

Penulis merupakan seorang guru bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Garut yang kebetulan mengajar di kelas XII. Di masa covid 19 ini ada beberapa tahapan yang ditempuh yaitu pertama, penulis melakukan survey kesiapan sarana prasarana antara lain ketersediaan android dan kuota yang dimiliki siswa. Survey tersebut antara lain berupa kuesioner terhadap siswa dengan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa kelas XII berisi pilihan A. memiliki kuota Internet, B. memiliki kuota Chat. Survey ini pernah dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu  tanggal 25-26 Juli 2020 pukul 07.00-16.00. Tujuan survey ini yaitu untuk menentukan strategi dan  media yang tepat untuk proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemic covid 19 masih menjadi ancaman

Survey hari sabtu tanggal 25 Juli 2020 tentang kesiapan kuota dalam persiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memiliki kesimpulan yaitu Responden (Siswa Kelas XII) sebanyak 456 responden antara lain siswa yang memiliki kesiapan kuota internet sebanyak 223 siswa atau 48,90%, sedangkan siswa yang memiliki kesiapan dengan kuota chat sebanyak 233 siswa atau 51,10%.

Survei hari Minggu tanggal 26 Juli 2020 tentang media yang efektif dan diminati oleh siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan opsi pertanyaan pilihan A. media Google Class, B. WashApp (WA) , hasil yang didapat dari survey tersebut yaitu jumlah responden 347 siswa antara lain yang menjawab Media yang efektif dan diminati  siswa yaitu GC sebanyak 50 siswa atau 14,41% dan media WashApp (WA) sebanyak 297 siswa atau 85,59%.

. Dari hasil survey tersebut dapat ditarik kesimpulan tahap persiapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) siswa yang menjadi subjek belajar memiliki kesiapan yang belum maksimal terkait situasi dan kondisi perekonomian orang tua siswa yang relative rendah menjadi batu sandungan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tersebut dilihat dari kesiapan ketersediaan kuota yang sebagian besar memiliki kuota Chat. Artinya bila menggunakan strategi media yang memerlukan kuota internet siswa akan mengalami kesulitan dalam mengakses materi pelajaran maupun umpan balik jawaban siswa.

Tindak lanjut survey pertama bisa kita lihat pada survey kedua  yaitu efektifitas media dan peminatan siswa dalam proses belajar jarak jauh yang hampir sebagian besar siswa memilih media WashApp (WA) menjadi pilihan karena keterbatasan kuota, yang pada umumnya mereka memiliki kuota Chat.

Dari hasil survey ini penulis menerapkan dua media yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) yaitu menggunakan media Google Class, dan WashApp. Media GC diberikan kepada siswa yang memiliki kuota Internet sedangkan media WashApp bagi siswa yang hanya memiliki kuota chat.

Seyogyanya dalam konteks pembelajaran akan berhasil bila tahapan-tahapan proses pembelajaran ditempuh dari mulai perencanaan, pelaksanaan  hingga evaluasi. Tahap awal yaitu perencanaan. Alasan pentingnya menyusun perencanaan pembelajaran antara lain: 1) merencanakan pembelajaran akan membantu memanfaatkan atau menentukan penggunaan sumber materi pembelajaran dan waktu pembelajaran di kelas secara efisien; 2) mengingatkan guru agar memasukkan seluruh factor pembelajaran yang baik; 3) pada saat menyusun perencanaan pembelajaran guru dapat memvisualisasikan dirinya sedang mengajar di kelas sehingga membantu guru mengantisifasi kemungkinan munculnya masalah dan memikirkan pemecahannya serta mengatasi kendala atau menghindarkan hal-hal yang menghambat pembelajaran; 4) membantu menciptakan guru yang cermat dan teliti yaitu menganalisis bagaimana sesuatu semestinya direncanakan dan diimplementasikan; 5) berguna sebagai sumber belajar saat akan mengajar pada waktu yang akan dating. ( Lukmanul Hakim, 2009: 238). Adapun manfaat perencanaan yaitu: 1) untuk memperjelas pemikiran; 2) melaksanakan urutan-urutan yang tercantum dalam perencanaan pembelajaran secara sistematis; 3) membantu guru jika lupa; 4) mempunyai kesempatan memperbaiki perencanaan. (Lukmanul Hakim, 2009:238).

Dalam perencanaan hal yang perlu dilakukan oleh guru yaitu menetapkan media pembelajaran yang tepat. Media Pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. (Schramm, 1977 dalam Rudi dan Cepi (2008:6). Sedangkan menurut Briggs (1977 dalam Rudi dan Cepi,(2008:6) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, video, slide dan sebagainya.

Media pembelajaran memiliki manfaat sebagai berikut: 1) penyeragaman penyampaian; 2) proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, jelas dan interaktif; 3) efisiensi waktu dan tenaga; 4) meningkatkan kualitas hasil belajar siswa; 5) memungkinkan kegiatan mengajar yang fleksibel; 6) menumbuhkan sikap positif siswa. (Kemp & Dayton, 1985).

Kemp & Dayton (1985) menyebutkan bahwa manfaat media pembelajaran bagi guru yaitu: 1) memudagkan guru dalam menjelaskan materi rumit; 2) metode pembelajaran yang digunakan bisa lebih bervariasi; 3) efisiensi dalam penggunaan waktu dan tenaga; 4) membuat siswa menjadi lebih aktif  dan tidak mudah bosan; 5) tercapainya tujuan kegiatan belajar mengajar secara efektif. Sedangkan manfaat media pembelajaran bagi siswa antara lain: 1) bisa lebih memahami materi yang disampaikan pengajar; 2) pembelajaran lebih menyenagkan dan mudah dimengerti; 3) kualitas belajar siswa meningkat; 4) proses belajar dapat dilakukan dimana saja; 5) mendukung pembelajaran mandiri; 6) membangkitkan motivasi, minat dan keinginan belajar.

Dalam menentukan media pembelajar, guru pun harus memiliki pemahaman penentuan kriteria pemilihan media pembelajaran. Hal ini disebut oleh Hernawan (2007:39) setidaknya ada 3 hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu: 1) tujuan pemilihan media; 2) karakteristik media; 3) alternative media pembelajaran yang dipilih.

Langkah selanjutnya yaitu pelaksanaan. Dalam pelaksanaan setidaknya ada beberapa variable yang berperan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal. Menurut Dunkin & Biddle dalam Sagala (2005) menyatakan ada 4 variabel interakasi dalam proses pembelajaran yaitu: 1) variable pertanda (presage Variable) berupa pendidik; 2) Variabel Konteks (Contex Variable) berupa siswa, sekolah dan masyarakat; 3) variable proses (Process Variable) yaitu interaksi antara siswa dengan pendidik; 4) Variable Produk (Product Variable) perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dasar teori dan praktis inilah yang menjadi pengalaman penting penulis dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh dari mulai perencanaan berupa survey peserta didik dalam hal kesiapan sarana prasarana, pelaksanaan berupa pemberian materi dan tugas melalui media google Class dan WashApp serta evaluasi dari tugas yang dikerjakan siswa yang dikirim melalui media tersebut.

 

Garut, 3 Agustus 2020.dewawanda0@gmail.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

EFEKTIVITAS PEMILIHAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) SAAT COVID 19 MEWABAH

  EFEKTIVITAS   PEMILIHAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) SAAT COVID 19 MEWABAH (sebuah catatan pengalaman seorang guru) Penul...